NGOPI Ada Niat Baik di Balik Ide Kontroversial Batu Kali Dicat Warna-warni

NGOPI Malang - Ide mewarnai bebatuan Sungai Amprong menuai banyak kritik. Di balik itu, Sedaer River Tubing punya alasan demi menyelamatkan bebatuan dari acara tambang.
"Batunya biar utuh, tidak diambil dengan mengecatnya," ucap Ahmad (40), warga yang juga guide Sedaer River Tubing ditemui detikTravel di lokasi, Senin (16/10/2017) siang.
Sudah satu bulan ini, eksistensi bebatuan beragam ukuran sempurna di belakang base camp Sedaer River Tubing di Dusun Kunci, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, berubah warna.
Warna yang mencolok sontak menyita pandangan mata bagi siapapun tengah melihat pedoman Sungai Amprong.
"Dicat semenjak sebulan ini, kalau Sedaer ada sudah dua tahunan. Setelah dicat, pengambilan watu mulai berkurang," jelasnya.
|
Dia mengaku, pengecatan yaitu komitmen semua anggota Sedaer, wisata tubing yang dikelola cowok pemudi desa setempat. Sedaer khawatir, acara tambang akan mengancam kelestarian sungai.
Di sisi lain, bebatuan juga menjadi benteng atau penyangga dari jembatan yang menjadi jalan masuk lalu lalang warga. "Batu-batu itu sekaligus untuk mengamankan jembatan serta pedoman sungai," bebernya.
Aktivitas tambang watu memang berada tak jauh dari lokasi. Deru mesin pencipta watu koral memecah kesunyian sekitar pedoman Sungai Amprong.
Lempengan watu hasil potongan tertata rapi untuk siap diangkut keluar menjauh dari lokasi.
Sementara beberapa titik pinggir pedoman sungai, berkembang menjadi ladang selada air.
Foto: (Aminudin/detikTravel) |
Sebelumnya, warga melaksanakan pengerukan semoga mampu menampung air diambil dari pedoman sungai. "Kalau lubang yang digali dengan ukuran besar untuk menanam selada air. Karena tanah di atas banyak berupa batuan, dan air sulit," beber Ahmad.
Camat Poncokusumo Sukarlin tak memungkiri adanya acara tambang watu tak jauh dari Sedaer River Tubing. Pengecatan memang memiliki tujuan semoga batu-batu di pedoman sungai tak diambil penambang.
"Saya kira jikalau tujuannya semoga watu tetap utuh atau untuk kelestarian alam tak masalah," terangnya terpisah.
Untuk mampu mencapai base camp Sedaer River Tubing, cukup sedikit sulit. Karena minimnya papan penunjuk arah, bagi siapa yang ingin datang harus rajin bertanya kepada warga setempat.
Foto: Muhammad Aminudin
Foto: (Aminudin/detikTravel)
Komentar
Posting Komentar